baru

Rabu, 18 Mei 2016

Kisah Nabi Dawud Alaihi Salam

Meneliti kekurangan sendiri itu sulit, maka dari itu kenapa manusia lebih banyak membicarakan keburukan saudaranya sendiri,

namun BERSYUKURLAH jika ada orang yang tau akan kekurangan kita. Dengan begitu kita bisa memperbaiki kekurangan kita.

Kisah ini semoga menjadi pembelajaran untuk kita

Apakah kita tau seorang petinju membutuhkan pelatih bukan karena pelatih itu lebih pintar dari seorang petinju tersebut, namun pelatih tersebut melihat/memantau pada kekurangan/kelemahan seorang petinju dan lawannya yg tdk dilihat oleh seorang petinju.

Kisah Nabi Dawud Alaihi Salam
Setelah Nabi Dawud memahami bahwa manusia pasti punya kekurangan, maka beliau mencoba mencari-cari kekurangannya sendiri, Namun beliau tetap tidak menemukannya.

Akhirnya beliau keluar menyamar (كان يخرج متنكرا), beberapa org yang ditemuinya dan menanyakan tentang Nabi Dawud ternyata tidak ada juga yg mengkritik Nabi Allah tersebut, semua memuji kebaikannya (فلايسال احدا إلا اثنى عليه خيرا)

Sampai akhirnya Allah mengutus malaikat yg menyamar menjadi manusia, dan dipertemukan dengan Nabi Dawud.

Setelah ditanya Nabi Dawud tentang dirinya, malaikat tadi berkata;

هو خير الناس لنفسه ولامته الا ان فيه خصلةلولم تكن فيه كان كاملا

"Nabi Dawud itu sebaik2nya manusia utk dirinya dan utk umatnya, tp ada satu kekurangan, bila tdk ada kekurangan itu maka dia sempurna."

Mendengar ada yg tahu KEKURANGANNYA, Nabi Dawud sangat senang, beliau bertanya"apa kekurangannya?

Org itu menjawab : yg dimakan Nabi dawud dan keluarganya adalah Harta sabilillah, walau itu memang haknya tapi alangkah lebih mulia nya jika beliau berjuang untuk agama Allah, tapi tetap mandiri (yg dimakan hasil jerih payahnya sendiri).

Setelah itu Nabi Dawud memperbanyak doa "Ya Allah berilah saya ketrampilan yg dpt mencukupi saya dan kebutuhan rumah tangga saya" فالان له الحديد وعلمه صنعة الدروع...

Akhirnya Allah memberi Nabi Dawud kemampuan melumatkan Besi hanya dengan tangannya, dan Allah mengajari membuat baju perang dari besi.

Sejak saat itu Nabi Dawud jadi kaya raya, hasil menjual baju perang digunakan 1/3 utk kebutuhan keluarga sisanya di shodakohkan.

Jadi bersyukurlah jika ada yg memberi tahu kesalahan/kekurangan kita.

سموكا برمنفعة

الحمد لله جزاكم الله خيرا

Tidak ada komentar:

Posting Komentar